Berita Sneakers di Dunia Saat Ini – Redbrick-Safety-Sneakers

Redbrick-Safety-Sneakers.org Situs Kumpulan Berita Sneakers di Dunia Saat Ini

Sejarah dari Sneakers di Dunia

Sejarah dari Sneakers di Dunia – Sepatu ini mendapat julukan ‘plimsoll’ pada tahun 1870-an, berdasarkan buku Nicholette Jones The Plimsoll Sensation, dari pita horizontal berwarna yang menghubungkan bagian atas ke sol, yang menyerupai garis Plimsoll pada lambung kapal. Sebagai alternatif, seperti garis Plimsoll di kapal, jika air berada di atas garis sol karet, pemakainya akan basah.

Sejarah dari Sneakers di Dunia

Kasut sulap banyak dipakai oleh wisatawan dan juga mulai dipakai oleh olahragawan di lapangan tenis dan kroket untuk kenyamanan mereka. Sol khusus dengan pola ukiran untuk meningkatkan cengkeraman permukaan sepatu dikembangkan, dan ini dipesan dalam jumlah besar untuk penggunaan Angkatan Darat Inggris. idn poker

Sepatu atletik semakin banyak digunakan untuk rekreasi dan kegiatan di luar ruangan pada pergantian abad ke-20 – kasut bahkan ditemukan dengan ekspedisi Scott Antartika yang bernasib buruk pada tahun 1911. Kasut suling biasanya dipakai oleh siswa dalam pelajaran pendidikan jasmani sekolah di Inggris dari 1950-an hingga awal 1970-an.

Perusahaan Inggris JW Foster and Sons merancang dan memproduksi sepatu pertama yang dirancang untuk lari pada tahun 1895; sepatu itu berduri untuk memungkinkan traksi dan kecepatan yang lebih besar. Perusahaan menjual sepatu lari buatan tangan berkualitas tinggi kepada atlet di seluruh dunia, akhirnya menerima kontrak untuk pembuatan sepatu lari untuk tim Inggris di Olimpiade Musim Panas 1924. Harold Abrahams dan Eric Liddell memenangkan nomor 100 m dan 400 m, dilengkapi dengan perlengkapan lari Foster.

Gaya alas kaki ini juga menjadi menonjol di Amerika pada pergantian abad ke-20, di mana mereka disebut ‘sepatu kets’. Pada tahun 1892, Perusahaan Karet AS memperkenalkan sepatu bersol karet pertama di negara itu, memicu lonjakan permintaan dan produksi. Sepatu basket pertama dirancang oleh Spalding pada awal 1907.

Pasar sepatu kets tumbuh setelah Perang Dunia I, ketika olahraga dan atletik semakin menjadi cara untuk menunjukkan serat moral dan patriotisme. Pasar AS untuk sepatu kets tumbuh dengan mantap ketika anak laki-laki mengantre untuk membeli sepatu kets yang didukung oleh pemain sepak bola Jim Thorpe dan Converse All Stars didukung oleh pemain bola basket Chuck Taylor.

Selama periode antar perang, sepatu atletik mulai dipasarkan untuk olahraga yang berbeda, dan desain yang berbeda tersedia untuk pria. Sepatu atletik digunakan oleh atlet yang bersaing di Olimpiade, membantu mempopulerkan sepatu atletik di kalangan masyarakat umum. Pada tahun 1936, merek Prancis, Spring Court, memasarkan sepatu tenis kanvas pertama yang menampilkan delapan saluran ventilasi khas pada sol karet alam yang divulkanisir.

Adolf “Adi” Dassler mulai memproduksi sepatu olahraganya sendiri di dapur cuci ibunya di Herzogenaurach, Bavaria, setelah kembali dari Perang Dunia I, dan kemudian mendirikan salah satu produsen sepatu atletik terkemuka, Adidas. Ia juga berhasil memasarkan sepatunya kepada para atlet di Olimpiade Musim Panas 1936, yang membantu memperkuat reputasi baiknya. Bisnis berkembang pesat dan Dasslers menjual 200.000 pasang sepatu setiap tahun sebelum Perang Dunia II.

Pascaperang

Selama tahun 1950-an, kesempatan bersantai sangat meluas, dan anak-anak dan remaja mulai memakai sepatu kets sebagai aturan berpakaian sekolah yang santai. Penjualan sepatu kets naik begitu tinggi, mereka mulai mempengaruhi penjualan sepatu kulit konvensional, yang mengarah ke perang iklan yang sengit untuk pangsa pasar di akhir tahun 50-an. Pada tahun 1970-an, jogging untuk berolahraga menjadi semakin populer, dan pelatih yang dirancang khusus untuk kenyamanan saat jogging laris manis.

Perusahaan juga mulai membidik beberapa produknya di pasar busana kasual. Segera, sepatu tersedia untuk sepak bola, jogging, basket, lari, dll. Banyak olahraga memiliki sepatu yang relevan, dimungkinkan oleh perkembangan teknologi sepatu atletik oleh ahli penyakit kaki.

Sejarah dari Sneakers di Dunia

Selama tahun 1990-an, perusahaan sepatu menyempurnakan keterampilan fashion dan pemasaran mereka. Dukungan olahraga dengan atlet terkenal tumbuh lebih besar, dan anggaran pemasaran melonjak. Sepatu kets menjadi pernyataan mode dan dipasarkan sebagai definisi identitas dan kepribadian daripada sekadar alat bantu atletik.

Dari tahun 1970 (lima model), hingga 1998 (285 model), hingga 2012 (3.371), jumlah model sepatu olahraga di AS telah tumbuh secara eksponensial.

Yolanda Larson

Back to top